Hai! belum lama ini, saya telah ditugaskan sebuah makalah oleh dosen. Makalahnya tentang pembahasan Artikel. Mulai dari pengertian sampai cara menulis artikel yang baik dan benar. Bagi kalian yang tertarik dalam bidang penulisan, pasti ingin tahu, bukan? yap, berikut adalah potongan dari makalah yang saya dan teman kelompok susun. Hope you like it!!✌😉
Pengertian Artikel
Artikel ialah suatu karangan faktual
dan mempunyai tujuan guna menyampaikan gagasan atau fakta yang dapat
meyakinkan, menghibur, dan mendidik. Agar dapat menambah pengetahuan tentang
pengertian artikel, berikut pengertian artikel menurut para ahli.
- Pengertian Artikel Menurut
Ensiklopedia Pers Indonesia (1991:14): Artikel
adalah karangan prosa dalam media massa yang membahas pokok masalah secara
lugas.
- Pengertian Artikel Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2016): Artikel
adalah karya tulis lengkap dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya.
- Pengertian Artikel Menurut
Sumadiria (2004:1): Artikel adalah tulisan lepas berisi opini
seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual
dan kadang-kadang kontroversial dengan tujuan untuk memberi tahu
(informatif), mempengaruhi, meyakinkan (persuasif-argumentatif), dan
menghibur khalayak pembaca.
- Pengertian Artikel Menurut The
America Heritage Desk Dictionary (1981:59):Artikel
adalah bagian tulisan nonfiksi yang berbentuk bebas, bagian dari
penerbitan seperti laporan esai.
- Pengertian Artikel Menurut
Longman Pitman Office Dictionary (1989:41):Artikel
adalah sebuah tulisan prosa nonfiksi, berbentuk biasa, dan bagian bebas
dari sebuah majalah, koran, dan lain-lain.
- Pengertian Artikel Menurut
Essential English Dictionary: Artikel adalah tulisan
lengkap dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya.
- Pengertian Artikel Menurut
Webster's Collegiate Thesaurus: Artikel adalah karangan,
catatan, kritik, manifes, reportase, putusan, pelajaran, survey.
- Pengertian Artikel Menurut
Webster's New World Dictionary (1990:26):Artikel
adalah tulisan nonfiksi, biasanya singkat dan lengkap seperti berita
karangan khas dalam surat kabar, majalah.
- Pengertian Artikel Menurut
Penguin English Student Dictionary (1991:31):Artikel
adalah sebuah tulisan yang ditulis untuk dipublikasikan dalam surat kabar
atau majalah.
- Pengertian Artikel Menurut
Rillan E. Wolseley (1969:439): Artikel adalah karangan
tertulis yang panjangnya tak tentu bertujuan menyampaikan gagasan dan
fakta dengan maksud meyakinkan, mendidik, atau menghibur.
·
Pengertian Artikel Menurut Andi Baso
Mappatoto (1994): Artikel adalah karya tulis lengkap, tulisan
nonfiksi, dan karangan tertulis yang panjangnya tak tentu.
Syarat Artikel
Menulis Artikel tidak sekedar menulis saja tanpa memenuhi cara penulisan
dan syarat-syarat yang baik, agar artikel yang kita muat hasilnya lebih bagus
dan layak kirim. Syarat yang harus
dipenuhi dalam menulis artikel yang baik adalah sebagai berikut:
1. Mengandung masalah.
Maksudnya, terdapat persoalan yang dibahas dalam artikel.
2. Topik harus spesifik
agar dapat dengan mudah diuraikan atau dijelaskan. Semakin spesifik suatu
topik, semakin mudah bagi penulis untuk menyelesaikannya.
3. Semua gagasan harus
dapat dipertanggung jawabkan dengan mengikutsertakan alasan, bukti, dan contoh.
4. Panjang artikel
antara 3-5 halaman.
5.Sebuah artikel
hendaknya menyertakan alternatif pemecahan persoalan atau
menyertakan harapan, usul atau saran kepada pembaca.
Syarat-syarat tersebut tidak lain adalah untuk mempermudah dan memperjelas
maksud dari artikel yang akan ditulis sehingga baik bagi penulis dan
pembacanya.
Karakteristik Artikel
Karakter merupakan ciri khas atau keistimewaan. Setiap karangan tentu
memiliki keistimewaan, salah satunya artikel yang memiliki ciri sehingga dapat
membedakan artikel dengan karangan lain. Setidaknya artikel memiliki tujuh
karakteristik, diantaranya sebagai berikut:
·
Ditulis dengan atas nama (By Line
Story)
Artikel
adalah karya individual. Sehingga artikel harus mencantumkan dengan jelas nama
penulisnya. Untuk kategori artikel opini, nama penulis biasanya dicantumkan di
atas, di bawah judul. Sedangkan untuk artikel di luar kategori opini, nama
penulis biasanya disimpan pada akhir artikel.
·
Mengandung gagasan aktual atau
kontroversial
Artikel apa
pun yang ditulis, hendaknya mengandung gagasan aktual, kontroversial, atau
kedua-duanya. Gagasan aktual berarti gagasan yang sifatnya baru, belum banyak
ditulis, diketahui, atau dibicarakan orang, sesuatu yang di luar kelaziman.
·
Menyangkut kepentingan umum
Artikel
haruslah memberikan banyak manfaat kepada pembacanya. Oleh karena itu, seorang
penulis artikel tidak boleh asyik sendiri, ia harus menyesuaikan dengan
kebutuhan mayoritas masyarakat.
·
Referensial
Artikel
merupakan karya nonfiksi yang merupakan hasil dari proses kreatif intelektual
seseorang. Sehingga artikel apa pun yang ditulis haruslah didukung oleh
seperangkat referensi berupa bacaan, pengetahuan, dan teori yang relevan.
·
Tunduk pada kaidah bahasa
jurnalistik
Artikel
konsumsi surat kabar atau majalah harus tunduk kepada bahasa jurnalistik.
Bahasa jurnalistik adalah salah satu ragam bahasa yang lazim digunakan dalam
pers. Ciri utama bahasa jurnalistik adalah sederhana, jelas, lugas, singkat,
menarik, mudah dimengerti, dan komunikatif.
·
Singkat dan Tuntas
Singkat.
Secara filosofis, singkat berarti tidak bertele-tele, langsung pada pokok
masalah. Sedangkan secara teknis, singkat berarti tulisan disesuaikan dengan
ruang atau kolom yang disediakan surat kabar bersangkutan.
Tuntas.
Maksudnya tidak bersambung ke edisi berikutnya. Artikel yang dimuat dalam surat
kabar baiknya selesai dalam satu edisi.
·
Orisinal
Artikel yang
kita tulis merupakan karya sendiri, asli, bukan menjiplak atau bajakan
(plagiat).
Jenis Artikel
Secara sadar ataupun tidak, sudah banyak bacaan
yang kita baca adalah sebuah artikel. Artikel tersebut memiliki keistimewaan
atau ciri khas masing-masing sehingga terdapat banyak jenisnya. Berikut ini
adalah jenis-jenis artikel, diantaranya:
Karangan
ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah
melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Contoh
deskripsi berisi fakta:
Hampir
semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang
masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek
aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung
Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang
menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.
Contoh
deskripsi berupa fiksi:
Salju
tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari
senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan,
mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung
berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke
ranting yang lain.
Topik
yang tepat untuk deskripsi misalnya: Keindahan Bukit Kintamani, Suasa
pelaksanaan, Promosi, Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Keadaan ruang
praktik, Keadaan daerah yang dilanda bencana.
Langkah
menyusun deskripsi: Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan, Tentukan
tujuan, Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan
pengamatan, Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah
urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan, Kembangkan
kerangka menjadi deskripsi
Secara
sederhana narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau
kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang
menghadapi suatu konflik. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.
novel, cerpen,
cerbung, ataupun cergam.
Pola
narasi secara sederhana:
awal
– tengah – akhir
Awal
narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh.
Bagian
awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
Bagian
tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu
diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks,
secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
Akhir
cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang
menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha
menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya
sendiri.
Contoh
narasi berisi fakta:
Ir.
Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia
memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di
tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah.
Soekarno
bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan
diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan
dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949.
Contoh
narasi fiksi:
- Aku tersenyum sambil mengayunkan
langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur
tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket,
mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa.
- Wangi kayu cadar yang terbakar
di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak
akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di
hadapanku, akankah kurindui juga?
Langkah
menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari,
menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W +
1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan,
kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi,
dan bagaimana cerita itu dipaparkan.
Karangan
ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi
informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian,
dapat dilengkapi dengan grafik,
gambar atau statistik. Contoh:
Pada
dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing.
Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk
menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi
yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan.
Dalam
bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara
objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan
tersebut.
Topik
yang tepat untuk eksposisi, antara lain: Manfaat kegiatan ekstrakurikuler
Peranan majalah dinding di sekolah Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga
terampil. Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses
kerja.
Eksposisi
demikian lazim disebut paparan proses.
Contoh
paparan proses:
Cara
mencangkok tanaman:
1.
Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang
subur,
dan sabut secukupnya.
2.
Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan
sehat
dengan diameter kira-kira 1,5
sampai
2 cm.
3.
Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat
dan
dikelupas sampai bersih kira-kira
sepanjang
10 cm.
Langkah
menyusun eksposisi:
Menentukan
topik/ tema
Menetapkan
tujuan
Mengumpulkan
data dari berbagai sumber
Menyusun
kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
Mengembangkan
kerangka menjadi karangan eksposisi.
Karangan
ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/
fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan
pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta
atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
Contoh:
Jiwa
kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa
kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa
kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang
luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta
terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan
di berbagai bidang.
Tema/
topik yang tepat untuk argumentasi, misalnya: Disiplin kunci sukses
berwirausaha Teknologi komunikasi
harus segera dikuasai Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang
potensial.
Langkah
menyusun argumentasi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan
data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang
dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi
Karangan ini
bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang
mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang
dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
Topik/
tema yang tepat untuk persuasi, misalnya: Katakan tidak pada NARKOBA Hemat
energi demi generasi mendatang Hutan sahabat kita Hidup sehat tanpa rokok
Membaca memperluas cakrawala.
Langkah
menyusun persuasi: Menentukan topik/ tema Merumuskan tujuan Mengumpulkan data
dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan Mengembangkan kerangka karangan
menjadi karangan persuasi.
Selain
itu, artikel dapat dibedakan menurut jenis dan tingkat kesulitan yang
dihadapinya, antara lain:
·
Artikel praktis
·
Artikel ringan
·
Artikel halaman opini
·
Artikel analisis ahli
Sedangkan
dalam buku Jurnalistik Praktis karya Romli (2009), disebutkan bahwa ada empat
jenis artikel (berdasarkan isinya) yang meliputi:
·
Artikel Deskriptif. Tulisan yang
isinya menggambarkan secara detail atau pun garis besar tentang suatu masalah,
sehingga pembaca mengetahui secara utuh masalah yang dikemukakan.
·
Artikel Eksplanatif. Isinya
menerangkan sejelas-jelasnya tentang suatu masalah, sehingga pembaca memahami
betul masalah yang dikemukakan.
·
Artikel Prediktif. Berisi ramalan
atau dugaan apa yang kemungkinan terjadi pada masa mendatang, berkaitan dengan
masalah yang dikemukakan.
·
Artikel Preskriptif. Isinya
mengandung ajakan, imbauan, atau perintah bagi pembaca agar melakukan sesuatu.
Kata-kata 'harus', 'seharusnya', 'hendaknya', 'seyogianya', dsb mendominasi
tulisan jenis ini.
Cara
Menulis Artikel
Agar dapat
mencapai sesuatu haruslah mengetahui serta memahami cara atau
langkah-langkahnya. Begitu juga dengan seseorang yang ingin bisa menulis
artikel, perlu mengetahui dan memahami cara penulisannya. Berikut ini adalah
cara penulisan artikel, yaitu:
1. Memilih
Tema
·
Eksplorasi gagasan seluas mungkin
(banyak membaca, mendengar, berdiskusi)
·
Pilih tema yang relevan dengan
minat/ bidang kompetensi
·
Pilih tema yang aktual (sedang
hangat dan jadi perbincangan publik)
·
Tentukan sikap atas tema/masalah
yang akan dibahas (pro atau kontra?)
2. Memilih
Judul
·
Judul mewakili tema yang akan
dibahas atau pendapat yang akan diajukan
·
Singkat (3 – 5 kata) dan padat
(sarat makna)
·
Menarik dan menggugah orang untuk
membaca tulisan secara keseluruhan
·
Gunakan istilah/idiom populer
3. Susun
Alinea Pertama
·
Satu alinea biasa mengandung satu
pokok pikiran
·
Uraikan inti masalah dengan singkat
(3-5 kalimat)
·
Alinea pertama mengandung pokok
pikiran UTAMA atau tesis yang akan dipertahankan
·
Sifatnya, apakah menanggapi opini
orang lain atau mengajukan opini tersendiri
·
Pilihan bentuk alinea bervariasi
4. Susun
Alinea Penjelas
·
Uraikan pokok pikiran utama (main
idea) menjadi beberapa pokok pikiran penunjang/ turunan
·
Setiap pokok pikiran itu disusun
dalam alinea tersendiri
·
Hubungkan satu alinea dengan alinea
selanjutnya dengan jembatan pikiran (bridging) yang kuat
·
Hubungan antar alinea bisa bersifat:
-
kronologis (waktu)
-
spasiologis (ruang)
-
kausalitas (sebab-akibat)
5. Mengolah
Gaya Penulisan
Ada tiga
gaya utama:
1. Deskripsi,
memerikan fakta apa adanya secara detail
2. Narasi,
menguraikan fakta secara kronologis/ spasiologis
3.
Argumentasi, menjelaskan fakta dan sebab-akibat yang melatarinya
·
Kembangkan gaya yang cocok dengan
karakter penulis atau tema yang dibahas
·
Setiap gaya memiliki efek yang
berbeda kepada pembaca
6.
Eksploitasi Data atau Rujukan
·
Data penting untuk memperkuat tesis
yang diajukan
·
Referensi penting untuk menunjukkan
bahwa semua pendapat yang sama/ berbeda sudah dipertimbangkan
·
Kutipan data/referensi dalam format
sederhana, karena panjang artikel terbatas
7. Simpulkan
Pendapat dalam Alinea Penutup
·
Simpulkan uraian yang terdapat dalam
Alinea Penjelas dalam alinea penutup
·
Konfirmasi Alinea Penutup/Simpulan
dengan Alinea Pertama/Pendapat Awal yang telah diajukan
·
Gunakan kalimat yang menggugah,
bukan memaksakan kehendak
·
Buka kesempatan orang lain untuk
berbeda pendapat, bukan merasa benar sendiri
8. Mengedit
Tulisan
·
Selesaikan Draf Awal tulisan, apapun
bentuknya, jangan ditunda-tunda
·
Endapkan tulisan awal selama beberapa
waktu, lalu cari inspirasi/kesibukan, namun tetap perhatikan deadline/batas
tenggat
·
Tinjau ulang Draf Awal dan periksa
dari segi substansi, struktur argumentai atau gaya penulisannya
·
Lakukan koreksi mulai dari yang
mudah: standar bahasa, validitas data/referensi hingga yang sulit keandalan
argumentasi
9.
Menyebarkan/ Memasarkan Tulisan
·
Kirimkan draf tulisan kepada
sejumlah kawan yang memahami standar penulisan yang baik (minta koreksi dan
penilaian)
·
Perbaikan draf tulisan berdasarkan
masukan dari semua pihak dan juga pembacaan ulang sendiri (jadilah Draf Final)
·
Kirimkan artikel ke media massa yang
sesuai dan minta alasan/komentar, jika artikel tak dimuat
·
Jaga hubungan baik dengan Editor
Opini di sejumlah media, sehingga tahu kebutuhan artikel macam apa yang bisa
diakomodasi media
·
Simpan artikel yang SUDAH dimuat
atau yang BELUM dimuat di media, jadikan khazanah pemikiran pribadi.
Itulah cara atau langkah-langkah dalam menulis artikel. Tinggalah kita yang
berusaha berlatih menulis artikel dengan baik dan benar agar menjadi mahir.
DAFTAR PUSTAKA
Sumadiria, AS Haris. 2011. Menulis
Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Romli, Asep Syamsul M. 2009. Jurnalistik
Praktis untuk Pemula. Bandung: Remaja Rosdakarya.