Sabtu, 14 Desember 2019

Lentera Siswa | Teks Pidato Mahasiswa PLP di Hari Guru





Lentera Siswa
Oleh Afni Nur Akmalia

Assalamualaikum Wr.Wb
Yang saya hormati, Ibu Kepala sekolah SMAN 1 Lemahabang, Ibu Hj. Lilis Saidah, S.Pd., M.M.
Yang saya hormati, bapak kasubag, bapak dan ibu wakasek, bapak ibu guru, staf TU, dan caraka SMAN 1 Lemahabang.
Tak lupa, teman-teman seperjuangan, Mahasiswa PBSI Unsika serta adik-adik siswa SALEMBA yang penuh semangat.
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat kuasa-Nya lah kita dapat berkumpul melaksanakan upacara untuk memperingati “Hari Guru” pada hari ini, 25 November 2019. Tak lupa shalawat dan salam kepada junjungan kita semua, tauladan bagi umat islam, Nabi Muhammad SAW.
Adik-adik siswa SALEMBA yang saya cintai,
Pada hari ini kita memperingati “Hari Guru Nasional. Saat ini di seluruh pelosok negeri, kembali bersama-sama mengenang jasa yang dilakukan oleh guru-guru dalam mencerdaskan kita: generasi bangsa. Guru ibarat sebuah lentera di ruangan yang gelap, yang mampu menerangi segala sisi ruangan. Betapa tidak, karena guru memberikan pengetahuan yang ia miliki untuk anak didiknya tanpa pamrih, tulus hati.
Adik-adik siswa SALEMBA sekalian,
Kita patut bersyukur, karena di sini memiliki guru yang sabar dalam membimbing kita. Sebagai mahasiswa calon pendidik, saya sadari bahwa tidak mudah mengemban tugas mulia seperti yang dilakukan oleh guru-guru kita. Harus menyiapkan perangkat pembelajaran yang tebal, mengajar dari pagi hingga sore, membimbing kita dengan berbagai cara agar kita dapat memahami ilmu pengetahuan, bahkan mendedikasikan dirinya untuk pendidikan dalam kurun waktu yang lama, bertahun-tahun hingga ia pensiun.
Baik guru kita saat ini atau pun guru terdahulu, semuanya berusaha memberikan yang terbaik untuk anak bangsa. Di tengah-tengah berbagai perubahan kurikulum, seorang guru lah yang nyata berjuang agar anak muridnya dapat menyesuaikan diri dalam perkembangan zaman dan percepatan kemajuan teknologi dan ekonomi di dunia. Dengan sentuhan pendidikan oleh ketulusan seorang guru, presiden sekalipun pasti memiliki seorang guru hebat yang berperan penting dalam hidupnya. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa, guru bukan hanya sebuah pekerjaan, tetapi guru menyiapkan sebuah masa depan.
Bapak dan Ibu guru yang saya hormati serta adik-adikku sekalian,
Dengan diberikannya kesempatan berpidato ini, izinkan saya berterima kasih yang sedalam-dalamnya atas jasa yang telah ditorehkan bapak dan ibu guru dalam membimbing kami, dan maaf atas segala kekurangan muridmu ini, maaf pula jika kadang kala kami suka menguji kesabaran bapak dan ibu guru, sesungguhnya kami tidak bermaksud sama sekali.
Kami berdoa, semoga bapak dan ibu guru selalu diberikan kemudahan dalam mendidik kami semua dan semoga ilmu yang engkau ajarkan kepada kami menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi amalan yang tidak pernah terputus. Dan kami berharap dengan adanya hari guru ini serta era baru Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, semoga bapak dan ibu guru semakin sejahtera dan berdaya. Kami sebagai anak didikmu akan selalu mengingat apa yang telah engkau berikan kepada kami. Kami sangat menyayangimu wahai “Lentera” kami..
Oleh karena itu, sebagai wujud terima kasih kita terhadap jasa guru, marilah kita tingkatkan semangat belajar. Tidak hanya diucapkan, tetapi kita tunjukkan dengan perbuatan rajin belajar agar guru-guru kita bangga memiliki siswa seperti kita.
Cukup sekian pidato singkat saya sampaikan, semoga berkenan di hati bapak ibu dan adik-adik sekalian. Dan saya tutup dengan sebuah pantun, Beli ketupat di pasar baru, tidak lupa membeli laksa. Selamat Hari Guru, Pahlawan tanpa tanda jasa.
Mohon maaf atas kesalahan saya, terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi. Wabarokaatuh.
.
.
.
klik tautan di bawah ini untuk mengunduh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar